Jumat, 05 Juni 2020

LAPORAN KEWIRAUSAHAAN USAHA JAMU KUNYIT

     LAPORAN KEWIRAUSAHAAN

USAHA JAMU KUNYIT KELUARGA

 

Dosen Penanggungjawab:

Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

Oleh:

Irma Amelia

191201088

HUT 2 D

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2020


KATA PENGANTAR

         Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Maha Esa, karena berkat kasih dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah ini dimaksudkan sebagai syarat untuk dapat memenuhi komponen penilaian mata kuliah Kewirausahaan, Program Studi Kehutanan ,Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara, Medan

Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen penanggungjawab mata kuliah Kewirausahaan Dr.  Agus Purwoko, S.Hut., M.Si. karena telah memberikan materi dengan baik dan benar. Penulis juga berterima kasih kepada asisten yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama penulis mengikuti kegiatan pembelajaran ini. 

Penulis menyadari itu makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik dari berbagai pihak dalam upaya untuk memperbaiki isi makalah ini akan sangat penulis hargai. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca yang membacanya .

 

 

                                                                                                                                      Medan, Juni 2020   

 

 

                                                                                                                 

                                                                                                                                             Penulis

 

 

 

 

 

 

 BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Menurut Saiman (2009), Kewirausahaan (entrepreneur) merupakan persoalan penting di dalam perekonomian suatu bangsa yang sedang berkembang. Kemajuan atau kemunduran ekonomi suatu bangsa sangat ditentukan oleh keberadaan dan peranan dari kelompok wirausahawan ini. Tidak ada satu bangsa di dunia ini yang mampu menjadi negara maju tanpa ditopang oleh sejumlah pemuda dan masyarakat yang berwirausaha.

Menurut Yuyun (2003), di negara-negara maju baik di Benua Eropa maupun Amerika Serikat, setiap sepuluh menit lahir wirausahawan baru. Pertumbuhan wirausaha ini membawa peningkatan perekonomian yang luar biasa bagi suatu negara, sehingga semakin banyak suatu negara memiliki wirausaha maka semakin meningkat perekonomiannya.

Menurut Effendy (2010) , budaya kewirausahaan yang tumbuh secara alami dalam suatu keluarga atau kelompok masyarakat Indonesia merupakan suatu aset yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia. Dinamika perekonomian bangsa yang bertumpu pada pertumbuhan budaya kewirausahaan tradisional ini, perlu diberikan motivasi dalam suatu kegiatan pendidikan khususnya di perguruan tinggi secara umum, program pengembangan kewirausahaan dengan memberikan motivasi di Perguruan Tinggi dilaksanakan untuk menumbuhkembangkan budaya kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi untuk mendorong terciptanya entrepreneur baru dengan menerapkan ilmu yang dipelajari dalam berwirausaha.

Menurut David (1996), karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha memenuhi syarat – syarat keunggulan bersaing bagi suatu perusahaan atau organisasi, seperti inovatif, kreatif, adaptif, dinamik, kemampuan berintegrasi, kemampuan mengambil resiko dari keputusan yang dibuat, integritas, daya juang, dan kode etik niscaya mewujudkan efektivitas.

Menurut Suryana (2006), seorang wirausahawan harus mengembangkan usahanya untuk keberhasilan dan kemajuan usahanya agar lebih baik. Seorang wirausahawan yang ingin mengembangkan usahanya harus menerapkan  langkah – langkah berikut, yaitu : kenali kompetitor, memperluas jaringan, tingkatkan sumber daya, utamakan pelayanan konsumen, lakukan inovasi produk, minimalisasi biaya operasional, investasi, dan mengatur keuangan dengan baik.

Dalam beberapa bulan ini, virus corona sedang mewabah tak hanya di Indonesia namun juga di seluruh dunia. Kondisi tersebut memaksa semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri agar terhindar dari virus. Dengan adanya hal tersebut membuat aktivitas menjadi terhambat. Pandemi ini menuntut orang untuk beradaptasi secara cepat dengan pola kerja baru. Misalnya para pekerja harus merubah kegiatannya menjadi Work From Home (WFH), mahasiswa dan anak sekolah pun harus belajar secara online. Walaupun banyak kegiatan yang harus berjalan secara tidak biasa, namun kita masih bisa mengambil hikmah dari kejadian ini dengan mengambil peluang usaha. Dan kegiatan wirausaha harus tetap berjalan. Dan di masa inilah, karakter sebagai wirausaha harus dipraktekkan demi keberlanjutan bisnis atau usaha yang dijalankan.

 

1.2  Rumusan Masalah

1.      Bagaimana profil usaha narasumber ?

2.      Apa saja prestasi dari narasumber ?

3.      Bagaimana pendekatann kreatif yang dilakukan narasumber dalam menghadapi wabah Covid – 19 ?

 

1.3  Tujuan

Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah agar pembaca atau mahasiswa dapat mengetahui bagaimana profil usaha dari narasumber, mengetahui kiat sukses dan teknik yang digunakan narassumber dalam menjalankan usahanya serta mengetahui apa saja inovasi yang dilakukann narasumber dalam menjalankan usahanya di masa pandemik Covid – 19 ini.

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

         

2.1 Profil Usaha Narasumber

Usaha Jamu Kunyit Keluarga ini didirikan oleh Ibu Siti Aminah pada tahun 2010. Dan sekarang sudah memasuki tahun ke 10. Usaha ini dijalankan di rumah milik Ibu Siti Aminah sendiri yang berlokasi di Desa Hutadangka, Ke. Kotanopan, Kab. Mandailing Natal, Sumatera Utara. Usaha Jamu Kunyit Keluarga ini didirikian Ibu Siti Aminah sebagai summber matapencahariannya, untuk menambah penghasilan keluarga. Dalam menjalankan usahanya ini, bu Siti Aminah dibantu oleh kakaknya sendiri. Usaha pembuatan Jamu Kunyit ini masi bertahan sampai saat ini, mengingat kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar meminum jamu, karena jamu memiliki banyak manfaat, sebagai obat dan penambah stamina.



Gambar.1 Ibu Aiti Aminah (Narasumber 1)

            Jamu merupakan salah satu warisan bangsa, bukan hanya dari konsep obat atau kesehatan, tetapi juga budaya. Budaya minum jamu ini masih terpelihara di Indonesia. Hal ini terlihat dari beberapa pemberitaan di media masa, yang memuat upaya-upaya pemerintah untuk menggalakan minum jamu. penduduk Indonesia telah memanfaatkan kesehatan tradisional dan 49% diantaranya menggunakan ramuan jamu. Jamu juga memiliki omset penjualan yang cukup tinggi dan jumlah pelaku usahanya banyak. Hal inilah yang menjadi acuan ibu Siti Aminah dalam menjalankan usaha pembuatan jamu kunyit miliknya ini dan ditambah dengan kemampuannya sendiri yang memang lihai dalam hal ini.

            Modal awal dalam pembuatan jamu kunyit ini terbilang sangat terjangkau, karena jamu buatan ibu Siti Aminah ini masih menggunakan cara tradisional, yaitu dengan memakai lesung untuk menghaluskan kunyit, dan juga menggunakan botol bekas sirup yang telah di cuci bersih sebagai kemasan jamu. Jadi, dalam membuka usahanya ini bu Siti Aminah tidak menemukan hambatan sama sekali. Namun, dari penuturan beliau, dalam menjalankan usahanya ini, kesulitan yang paling sering ditemui adalah dalam menyiapkan kunyit untuk pembuatan jamu. Terkadang suplayer kunyit tidak dapat menyediakan jumlah kunyit yang diminta. Bahkan, terkadang beliau tidak membuat jamu karena tidak adanya kunyit yang bisa dibeli dari suplayer.

            Dalam produksinya sendiri, bu Siti Aminah melakukan produksi di setiap jum’at sore. Dan akan di pasarkan pada hari sabtu paginya. Dan dalam sekali produksi, ada sekitar 200 – 300 botol jamu yang dibuat. Proses dalam pembuatan jamu sendiri ada beberapa tahap, yaitu : Pertama – tama kita harus menyiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan. Bahannya adalah : Kunyit, lengkuas, jahe, gula, dan air. Alat yang digunakan : lesung, saringan, botol kemas dan ember. Selanjutnya, kunyit, jahe, dan lengkuas di haluskan dengan menggunakan lesung tadi. Setelah itu, peras bahan yang telah dihaluskan dengan air, lalu saring dan tambahkan gula dan di aduk rata. Selanjutnya bisa langsung di kemas. Dan siap utuk di pasarkan.

            Dalam pengemasannya, ada 2 jenis botol. Botol dengan ukuran 285 ml dijual dengan harga Rp.5.000 sedangkan untuk botol dengan ukuran 600 ml dijual dengan harga Rp.8000. Dan pemasaran produk jamu kunyit Ibu Siti Aminah ini, sudah hampir menyebar di seluruh desa yang ada di Kecamatan Kotanopan. Dan sudah memiliki pelanggan tetap. Dan Ibu Siti Aminah memasarkan sendiri produknya. Dan dalam pemasarannya, tidak ada ditemui kesulitan, mengingat masyarakat pedesaan yang masih gemar minum jamu.

                                         

 2.2 Uraian Prestasi Narasumber Serta Kiat Sukses

            Usaha Jamu Kunyit yang didirikan oleh Ibu Siti Amiah ini sampai saat ini belom memikili prestasi khusus, mengingat lokasi dari usaha ini yang berada di desa. Namun, sudah banyak yang mengakui jamu buatan belia sangat bagus khasiatnya. Sehingga tidak heran jika usaha beliau bisa bertahan sampai sekarang. Apalagi di era modern seperti sekarang ini, yang kebanyakan sudah menggunaakan mesin – mesin canggih. Tapi, dengan kerja keras beliau, usaha ini masih tetap bertahan sampai sekarang.

            Adapun kiat sukses dalam menjalankan usaha jamu kunyit ini, beliau menuturkan bahwa : Pertama yang paling penting adalah adanya motivasi, dengan motivasi ingin membantu perekonomian keluarga dan melestarikan budaya minum jamu seperti anjuran pemerintah, bu Siti Aminah mampu menjalankan usaha ini. Kedua, perlunya rasa percayadiri, karena kesuksesan berawal dari kepercayaan dan punya tekad untuk memajukan usaha yang kita jalankan. Ketiga yaitu dengan selalu menjaga mutu dan kebersihan produk, agar konsumen mendapatkan kepuasan tersendri atas produk jamu yang dipasarkan. Dan yang keempat, yaitu dengan selalu bersifat sopan dan ramah terhadap para pelanggan. Seperti dari penuturan beliau “Tamu adalah Raja, jadi dalam jual beli Pelanggan adalah Raja”.

 

2.3 Uraian Teknik Dan Pendekatan Kreatif dalam Menghadapi Covid – 19

Teknik yang digunakan dalam menjalankan usaha ini adalah menggunakan sistem buat, kemas, dan pasarkan. Jamu yang telah dikemas sudah bisa langsung dipasarkan. Dalam pemasarannya, beliau belum menggunakan sistem online mengingat belum semua masyarakat desa dapat menggunakan aplikasi online untuk memesan jamu. Dan biasanya produk jamu ini hanya akan bertahan 1 – 2 hari pada suhu ruang.

            Pada masa pandemik Covid – 19 ini, bu Siti Aminah mencoba berinovasi dengan membuat produk tambahan berupa jus buah sehat untuk menambah produk usahanya. Namun, pemasukan yang di dapat masih tetap menurun dari biasanya, dikarenakan Ibu Siti Aminah hanya memasarkan produknya di desanya saja, tanpa memasarkan ke luar desa karena adanya larangan bepergian. Dan tingkat produksi juga menurun dari 300 an botol, namun semenjak adanya wabah covid – 19 ini, beliau hanya memproduksi 200 an botol jamu dan beberapa botol jus buah. Ini terjadi karena sulitnya pemasaran. Jadi, dengan adanya wabah corona ini, sangat berdampak pada penghasilan dan usaha Ibu Siti Aminah.

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

1.      Usaha Jamu Kunyit Keluarga ini didirikan oleh Ibu Siti Aminah pada tahun dibantu oleh kakak kandung beliau sendiri

2.      Motivasi Ibu Siti Aminah dalam menjalankan usaha ini selain untuk membantu perekonomian keluarga adalah bahwa jamu merupakan salah satu warisan bangsa, bukan hanya dari konsep obat atau kesehatan, tetapi juga budaya.

3.      Usaha Jamu Kunyit milik Ibu Siti Aminah ini dalam melakukan produksi masih dengan menggunakan cara tradisional

4.      Usaha Jamu Kunyit ini belum pernah mendapat sertifikat atau prestasi khusus mengingat lokasi usaha yang berada di perkampungan dan belum mempunyai jaringan yang luas

5.      Inovasi yang dilakukan oleh Ibu Siti Aminah dengan adanya pandemi covid ini adalah dengan menambah varian produk yang dipasarkan

6.      Untuk menjadi seorang wirausaha yang sukses, kita perlu punya  otivasi, rasa percaya diri, punya tekad, dan berani mengambil resiko atas keputusan yang kita buat

 

3.2  Saran

Sebaiknya, dalam menjalankan suatu usaha, kita harus memiliki motivasi yang membuat kita selalu bersemangat untuk mencapai tujuan kita dan senantiasa berani  atas resiko dari keputusan yang kita ambil.

 


DAFTAR PUSTAKA

 

David, Mc. Clelland. 1997. Management Sumber Daya Manusia. Jakarta : Prenhallindo.

Effendy, Mochtar. 2010. Kewirausahaan (Entrepreneurship) Tuntunan Untuk Praktisi. Palembang : Yayasan Penerbit Al-Mukhtar..

Kuratko & Hoodgets. 2007. Dalam Heru Kristanto. 2009. Kewirausahaan (entrepreneurship) Pendekatan Manajemen dan praktik. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Saiman, Leonardus. 2009. Kewirausahaan: Teori, Praktik, dan Kasus-kasus. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

Suryana, 2006. Kewirausahaan Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta : Penerbit Salemba.

Yuyun Wirasasmita. 2003. Komunikasi Bisnis. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

 

 

 

 

PEMANFAATAN EKONOMI SUMBERDAYA HUTAN

  Paper Ekonomi Sumberdaya Hutan                                                                                                        ...